Fenomena artis berpindah haluan profesi ke partai politik dan mendaftarkan diri menjadi caleg bukanlah hal yang langka di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena ini menjadi sesuatu yang sudah lazim terjadi di dunia politik Indonesia. Berdasarkan data yang ditulis di Kompas.com, jumlah artis yang mencalonkan diri pada pemilu adalah sebagai berikut:
- Pemilu 2004, tercatat 38 artis yang menjadi partisipan
- Pemilu 2009, tercatat 61 artis yang menjadi partisipan
- Pemilu 2014, tercatat 71 artis yang menjadi partisipan
- Pemilu 2019, tercatat 91 artis yang menjadi partisipan
- Pemilu 2024 mendatang, tercatat 62 artis yang menjadi partisipan
Sehubungan dengan ini, apa saja yang yang mendasari keputusan untuk terjun ke dunia politik di kalangan para artis? Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Ardhana Ulfa Azis, mahasiswa lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia pada tahun 2004 (https://lib.ui.ac.id/detail.jsp?id=80072) menyatakan bahwa keterlibatan artis dalam dunia politik dibagi menjadi 5 (lima) faktor, yaitu:
- Faktor popularitas. Faktor ini mengartikan bahwa berkecimpung di dunia politik bagi artis akan sangat mempengaruhi popularitas mereka. Pasalnya sebagai artis, berpolitik merupakan wadah baru untuk menunjukkan kemampuan dan intelektualitas mereka sehingga menghasilkan image baru yang lebih serius.
- Faktor tujuan politik. Faktor ini melihat dari visi, misi serta agenda politik yang dimiliki artis dalam menanggapi penyelenggaraan pemerintahan yang dianggap belum cukup maksimal dalam memperlihatkan hasilnya sehingga mereka ingin memberikan yang lebih baik untuk rakyat dan negara.
- Faktor kecakapan politik. Para artis yakin akan kemampuannya dalam berpolitik didasari atas sosialisasi politik yang ia terima baik dari keluarga, pendidikan formal maupun media komunikasi dan pengalaman berpolitik yang mereka peroleh dari organisasi.
- Faktor kemampuan ekonomi. Ada dua keuntungan yang diperoleh karena memiliki uang yang banyak. Pertama, memberikan jalan kemudahan bagi mereka untuk masuk ke dalam partai politik. Kedua, sebagai ajang pembuktian bahwa keterlibatan mereka di dunia politik bukanlah untuk mengejar uang semata.
- Faktor identifikasi diri. Dengan meyakini bahwa mereka memiliki sensitivitas yang tinggi karena menjalani dunia seni dan estetika membuat mereka percaya diri bahwa mereka mampu merespon aspirasi yang muncul terutama yang berkaitan dengan masalah-masalah sosial yang sedang terjadi.
Lantas jika telah berkecimpung dalam dunia politik, timbul berbagai pertanyaan seperti apakah mereka menjalankan fungsinya dengan baik sebagai anggota dewan dan bagaimanakah dampak peran mereka selama ini? Berikut adalah beberapa nama artis yang berkecimpung dalam politik dan dianggap telah memberikan kontribusi positif pada kiprah artis dalam dunia politik:
- Tantowi Yahya. Tantowi berperan paling pertama dalam membawa nama positif bagi kalangan artis yang berkiprah di dunia politik. Pasalnya beberapa prestasi yang beliau lakukan adalah 87 pemberitaan berhasil diekspos media massa karena opini yang disuarakan olehnya. Beliau juga dinilai cerdas dalam menjadi man organize, MC, dan pegiat bisnis hiburan tanah air.
- Rieke Diah Pitaloka. Bentuk kesuksesan Rieke Diah Pitaloka dalam berpolitik adalah berhasil membuat 80 pemberitaan politik di ekspos media massa atas opini yang diberikannya. Selain itu, beliau aktif dalam kegiatan sosial dengan LSM yang membahas tentang kehidupan rakyat miskin kota dan persoalan diskriminasi gender yang membuatnya paham akan substansial persoalan-persoalan publik. Kampanye terkait RUU Jamkesmas yang pernah dilakukannya dinilai meraih sukses sehingga berkontribusi pada nama baik kalangan artis yang berkiprah di politik dan secara bersamaan menjadikannya salah seorang anggota yang berasal dari kalangan artis yang diperhitungkan di DPR.
- Nurul Arifin. Dianggap sukses menanggalkan atribut keartisannya membuat Nurul Arifin fokus menjalani tugasnya dalam partai politik. Ia mengawali karir politiknya dengan menjadi aktivis LSM kemanusiaan dan gender pada tahun 1990-an dimana karir sosial politiknya lebih didominasi oleh persoalan perempuan (gender), narkotika dan AIDS. Ia dinilai memiliki sense of politics & political knowledge yang menjadikannya sukses meraih posisi di fungsi legislatif dan kemudian menekuni bidang pemerintahan, otonomi serta kepemiluan. Torehan prestasinya selama berpolitik menambah kesan positif keterlibatan artis dalam dunia politik.
Terlebih siapa yang menjalaninya, dalam dunia politik yang terpenting adalah integritas. Hal ini merupakan tolak ukur rakyat dalam memberikan kepercayaannya pada partai politik. Dengan integritas, seseorang akan menjalankan tanggung jawabnya dengan baik dan terhindar dari tindakan koruptif. Deretan nama artis di atas menjadi contoh politisi yang memiliki integritas serta dedikasi. Dengan ini, besar harapan bahwa artis-artis yang berpolitik ini akan terus menerus melakukan prestasi positif dalam sepak terjangnya menekuni dunia politik. Tidak hanya janji namun juga pembuktian nyata. Jangan lupa memilih dengan bijak di Pemilu mendatang, serta bekali diri dengan informasi mengenai politik berintegritas yang bisa diakses pada situs ACLC KPK.